Halaman

    Social Items

Showing posts with label Sholat. Show all posts
Showing posts with label Sholat. Show all posts



اَلسَلامُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اَللهِ وَبَرَكاتُهُ‎
﷽﷽﷽
*_25 ALASAN KENAPA HARUS SHOLAT BERJAMA'AH DI MASJID_*

*_01. Setiap langkah menghapus dosa dan menaikkan derajat_*
*_02. Didoakan malaikat_*
*_03. Mendapat cahaya sempurna di hari qiyamat_*
*_04. Diampuni dosa²nya seperti bayi yang baru lahir_*
*_05. Malaikat berebut untuk mencatat_*
*_06. Allah menjaga kekhusyuan hati kita_*
*_07. Disaksikan sebagai orang yang beriman oleh Allah_*
*_08. Mati dalam keadaan muslim yang fitrah_*
*_09. Mendapat naungan Allah di hari qiyamat_*
*_10. Allah bergembira dengan hamba yang shalat berjama'ah di Masjid_*
*_11. Shaf awal di Masjid itu shaf para malaikat_*
*_12. Shalat subuh berjama'ah pahalanya seperti shalat semalam_*
*_13. Shalat isya berjama'ah pahalanya seperti shalat separuh malam_*
*_14. Berjalan diwaktu subuh menuju Masjid berada dalam rahmat Allah_*
*_15. Mendapat pahala seperti pahalanya haji dan umroh_*
*_16. Pahala mengikuti sunnah nabi_*
*_17. Dijauhkan dari sifat munafiq_*
*_18. Semakin jauh langkah semakin besar pahala_*
*_19. Dijamin hidup bahagia_*
*_20. Dijamin husnul khatimah_*
*_21. Dijamin dapat kavling di surga oleh Allah_*
*_22. Bagi yang tertinggal rakaat bahkan ketika datang shalat sudah bubar, dia tetap mendapat pahala shalat berjama'ah, diampuni dosa²nya meski dia shalat sendiri_*
*_23. Pahala shaf pertama sangat besar._*
*_24. Bila ucapan Aamiin pas dengan ucapan malaikat yang ikut shalat maka dosanya diampuni_*
*_25. Duduk menunggu imam, dicatat oleh malaikat sebagai orang yang shalat_*
*_Jadi apakah kita kaum Pria masih malas untuk ke Masjid dengan begitu besar keutamaannya ?_*
*_Apakah shalat berjama'ah di rumah bersama keluarga memiliki keutamaan seperti diatas ?_*
*TENTU TIDAK.*

Manfaat Sholat Berjamaah Di Masjid



MENDENGARKAN ADZAN TAPI TIDAK DATANG KE MASJID

Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Apa hukumnya orang yang mendengar adzan tapi tidak pergi ke masjid, hanya saja ia mengerjakan seluruh shalatnya di rumah atau di kantor ?

Jawaban.
Itu tidak boleh. Yang wajib baginya adalah memenuhi seruan tersebut, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.

مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِ فَلاَ صَلاَةَ لَهُ إِلاَّمِنْ عُذْرٍ
“Barangsiapa mendengar seruan adzan tapi tidak memenuhinya, maka tidak ada shalat baginya kecuali karena udzur”.[Hadits Riwayat Ibnu Majah 793, Ad-Daru Quthni 1/421,422, Ibnu Hibban 2064, Al-Hakim 1/246]

Pernah ditanyakan kepada Ibnu Abbas, ‘Apa yang dimaksud dengan udzur tersebut?’ ia menjawab, ‘Rasa takut (tidak aman) dan sakit”.

Diriwayatkan, bahwa seorang buta datang kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan berkata : “Wahai Rasulullah, tidak ada orang yang menuntunku pergi ke masjid. Apakah aku punya rukhshah untuk shalat di rumah?” Kemudian beliau bertanya.

هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلاَةِ؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَأَجِبْ.

“Apakah engkau mendengar seruan untuk shalat ? Ia menjawab, ‘Ya’, beliau berkata lagi, ‘Kalau begitu, penuhilah”. [Dikeluarkan oleh Muslim, kitab Al-Masajid 653]

Itu orang buta yang tidak ada penuntunnya, namun demikian Nabi Shallallahu alaihi wa sallam tetap memerintahkannya untuk shalat di masjid. Maka orang yang sehat dan dapat melihat tentu lebih wajib lagi. Maka yang wajib atas seorang Muslim adalah bersegera melaksanakan shalat pada waktunya dengan berjama’ah. Tapi jika tempat tinggalnya jauh dari masjid sehingga tidak mendengar adzan, maka tidak mengapa melaksanakannya di rumahnya. Kendati demikian, jika ia mau sedikit bersusah payah dan bersabar, lalu shalat berjama’ah di masjid, maka itu lebih baik dan lebih utama baginya.
[Syaikh Ibnu Baz, Fatawa ‘Ajilah Limansubi Ash-Shihhah, hal.41-42]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerjemah Mutshofa Aini, Penerbit Darul Haq]

MENDENGARKAN ADZAN TAPI TIDAK DATANG KE MASJID

Bismillahirahmanirahim.


Apakah fungsi shalat?

ALLAH, berfirman:
ضُ بَتْ عَلَيْ مُ الدِّ للَّاةُ أَ نَ مَا ثُ فُوا إِلَّالا بَِِبْلٍ مِنَ الللَّاوِ وَ بْلٍ مِنَ النلَّااسِ
“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) ALLAH, dan tali (perjanjian) dengan manusia”. (QS. Al ‘Imran 3 : 112). Hubungan dengan ALLAH, dan hubungan dengan manusia terjalin ketika seorang hamba sedang melaksanakan shalat.

Dalam shalat seorang hamba merasakan kedekatan dengan ALLAH, ia mengadukan semua keluh kesah hidupnya, ia hadapkan semua persoalan hidupnya kepada Dia Yang Maha Besar Pencipta langit dan bumi, sehingga semua terasa kecil di hadapan-Nya:

وَلَّا ج تُ وَجْ ىَ لِللَّا ى فَطَ ال لَّا سمَوَاتِ وَالأَرْضَ
“Aku hadapkan wajahku kepada Dia yang telah menciptakan langit dan bumi”. Shalat mendatangkan ketenangan hati. Karena menyerahkan hati kepada pemiliknya:

إِ لَّا ف قُػلُوبَ بَنِِ آدََ للَّا ا بػ إِصْبَػعَ مِنْ أَصَابِعِ اللَّا تزَْنِ لْبٍ وَا دٍ صَدِّ فُوُ يْثُ اء
“Sesungguhnya semua hati anak Adam (manusia) berada diantara jari-jemari ALLAH, Yang Maha Pengasih seperti satu hati, Ia mengarahkannya sesuai kehendak-Nya”. (HR. Muslim).

Shalat juga mendatangkan kesehatan fisik, jika dilaksanakan dengan gerakan yang benar dan dengan thuma’ninah yang sempurna.

Shalat membentuk kepribadian muslim yang bebas dari penyakit hati, diantaranya kesombongan. Dalam shalat seorang muslim dilatih melepaskan dirinya dari sifat angkuh dan sombong, betapa tidak, ia berada dalam satu shaf dengan siapa saja, tidak melihat derajat dan status sosial. Ia menempelkan tempat yang paling tinggi dan mulia pada tubuhnya, ia tempelkan ke tempat yang paling rendah, ia menempelkan dahinya ke lantai. Ia sedang menyelamatkan dirinya dari sifat sombong yang dapat menghalanginya menuju surga ALLAH. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, bersabda:

لاَ دْخُلُ اتصَْنلَّاةَ مَنْ افَ قَػلْبِوِ مِثْػ اؿُ ذَلَّارةٍ مِنْ بْرٍ
“Tidak akan masuk surga, seseorang yang di dalam hatinya ada sombong sebesar biji sawi”. (HR. Muslim).

Tidak hanya yang batin saja, akan tetapi zahir dan batin, shalat yang diterima ALLAH, mampu mencegah dari perbuatan yang keji dan munkar. ALLAH, berfirman:

إِ لَّا ف ال لَّا صلَاةَ تَػنْػ ى عَنِ الْفَحْ اءِ وَالْمُنْكَ
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar”. (QS Al- ‘Ankabut 29 : 45).

Apakah fungsi shalat?