Halaman

    Social Items

Showing posts with label Rumah Tangga. Show all posts
Showing posts with label Rumah Tangga. Show all posts



IKHLAS MEMENUHI KEBUTUHAN SUAMI
••••

Ketaatan seorang istri pada suami termasuk sebab yang menyebabkannya masuk surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi sallam bersabda,

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191)

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika seorang pria mengajak istrinya ke ranjang, lantas si istri enggan memenuhinya, maka malaikat akan melaknatnya hingga waktu Shubuh” (HR. Bukhari no. 5193)

Dalam riwayat Muslim disebutkan dengan lafazh,
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak ajakan suaminya melainkan yang di langit (penduduk langit) murka pada istri tersebut sampai suaminya ridha kepadanya.” (HR. Muslim no. 1436)

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Ini adalah dalil haramnya wanita enggan mendatangi ranjang jika tidak ada uzur. Termasuk haid bukanlah uzur karena suami masih bisa menikmati istri di atas kemaluannya” (Syarh Shahih Muslim, 10: 7). Namun jika istri ada halangan, seperti sakit atau kecapekan, maka itu termasuk uzur dan suami harus memaklumi hal ini.

Bagaimana Ketika Istri Menolak Permintaan Suami Untuk Berhubungan Intim Dalam Islam




Aku pernah membaca sebuah postingan dari seorang Ammah di sosial media, kurang lebih isinya begini ;

"Pernah waktu itu, aku sedang berjalan jalan dengan suamiku. Ketika di jalan, suamiku bertemu dengan temannya yang ternyata pada saat itu juga sedang berjalan dengan istrinya.

Ketika langkah mereka sudah mendekat, suamiku menarikku untuk berada di belakang tubuhnya. Dan kulihat, teman suamiku juga melakukan hal yang sama terhadap istrinya. Lalu mereka ngobrol sebentar, mengucap salam, dan pergi.

Kemudian aku bertanya kepada suamiku, kenapa ia melakukan hal itu tadi, maksudku adalah saat ia menarikku ke belakang tubuhnya saat berbicara dengan temannya. Suamiku menjawab, sebab kau sangat berharga bagiku, dan aku harus menjagamu

Memang sepantasnya begitu ketika seorang laki-laki bertemu dengan temannya, sementara ia sedang bersama istrinya, maka harus menyembunyikan istrinya dari pandangan temannya itu. Begitulah wujud kecintaan seorang suami, begitu indah rasa cemburunya untuk menjaga tulang rusuknya.
Maa syaa Allah....

Cintailah Dan Jagalah Istrimu Sebaik - baiknya





Untukmu Para Istri😘😘

Semua tulisan ini terkait rumah tangga pada khususnya saya persembahkan kepada anda semua yang berstatus istri bahwa seburuk apapun penilaianmu terhadap suamimu selama ia masih bersamamu masih Allah jodohkan maka ialah yang terbaik bagimu

💓 jika ia tak lagi baik bagimu menurut Allah maka amat mudah bagi Allah memisahkan kalian. Ini hanya ujian, ini hanya peluang pahala, ini hanya proses menuju pribadi terbaik, jalani proses itu dengan nikmat, tak ada rumah tangga yang sempurna, dan sebaik- baik rumah tangga adalah yang baik makin solih soilihah makin banyak menebar kebaikan setiap waktu dan tentunya makin berkurang kelemahannya hingga ajal berkata sudah cukup sampai di sini, selanjutnya tunggu di jannahnya jika kalian memang senantisa berkomitmen menggapai ridlo Allah.
💓Yang tak kalah penting jangan ada pihak yang kalian dzolimi hadangi dan halangi hak-haknya,
jangan merasa lebih baik dari wanita pelacur sekalipun, karena kita tak tau akhir hidup manusia siapa yang husnul khotimah.
Dalam beberapa renungan dan kisah yang di angkat ada beberapa point penting yang di sampaikan terkait ketaatan dan pengabdian pada suami.

💓Diantaranya bahwa sebesar apapun salahnya di matamu dan sisi Allah,
ia tetap berhak kamu layani sebagaimana kewajiban sehari-hari,
adapun dosanya terhadap Robbnya cukup kasih masukan dengan ahsan dan komunikasi yang indah sambil mengetuk pintu langit agar hatinya senantiasa dibukakan pintu hidayah.

💓Perbaiki diri setiap saat, muhasabah diri jauh lebih ahsan daripada sibuk menyalahkan dan merongrong pihak lain. Cukup gali fakta akar masalah dan solusinya, selanjutnya fokus pada amal pribadi dan dakwahmu, soal suami serahkan seutuhnya pada Robb yang Maha membolak balikkan hati. Ialah yang menggenggam hati hambaNya, bukan kita.

💓Jangan paksakan kehendak agar suami ideal seideal-idealnya. Ia manusia biasa yang penuh kekurangan dan kelemahan, tugasmu mendampingi dan mensupportnya menuju tangga kebaikan yang lebih tinggi.

💓Jika ia pergi maka ikhlaskan itu yang terbaik, artinya ia bukan yang terbaik lagi bagimu. Sesakit apapun hatimu jangan lakukan tindakan yang Allah tak ridlo, jodoh kita adalah cerminan diri kita, sebelum menyalahkannya muhasabah dirilah. Percayalah bahwa semua terjadi atas ijin Allah, dan Allah tak kan memberimu ujian di luar batas kemampuanmu.

💓Jika suami anda melakukan kesalahan kecil yang anda fikir itu masalah besar seperti memilih calon jodoh baru tanpa sepengetahuan anda jangan terlalu excited dan over, itu memang kurang ahsan tapi itu haknya yang dia ambil dengan caranya, ingat di luar sana banyak yang berzina namun masih dimaafkan oleh istrinya.

💓Jika suamimu tak banyak membantu kesulitanmu di rumah tau-tau minta nikah lagi, jangan ngambek, coba lihat di luar sana banyak yang justru bermaksiyat tanpa merasa bersalah malah ia marah-marah pada istrinya tapi istrinya tetap mempertahankan rumah tangganya.

💓Jika suamimu perhitungan tak memberi uang lebih maka lihat di luar sana banyak sekali orang yang tak bertanggung jawab anak istri tak dinafkahi malah istrinya sibuk nyari uang, tapi ia tetap sabar.
Ada banyak sekali kisah pilu dan prahara rumah tangga di luar sana yang ketika kita mendengarkan kisah mereka, sungguh masalah kita jauh lebih ringan, yaa Robb hidup ini sungguh hanya sementara Cuma numpang lewat untuk mengumpulkan amal kebaikan, bukan untuk mencari syurga dunia, karena syurga terindah dan abadi hanya ada di akhirat kelak, kejar itu jika syurga dunia amat rumit bagimu.

💓Fokus pada kelebihan suami bukan pada kekurangannya. Fokus pada kewajiban atas suami bukan pada hakmu dan terpenuhinya segala inginmu.

💓Muhasabah dirilah bukan fokus menuntut suami lebih baik dulu baru mau menjadi baik. Suamimu memang qowwammu tapi amal kita dipertanggungjawabkan masing-masing. Jika benar-benar cinta suami jadikanlah amal kebaikannya padamu sebagai penghapus segala dosanya agar kalian kelak tetap bersama di jannahNya, bukankah cinta sejati itu saling menyelamatkan bukan saling menuntut?

Bersyukurlah, seburuk-buruk suamimu ia masih bisa kamu peluk, sejahat-jahat suamimu ia masih memberimu nafkah lahir bathin, sejelek-jelek suamimu ia masih perisau kehormatanmu, sebanyak-banyak kekuranga suamimu ia tetap mendokan dan mengingkan syurga bersamamu, nikmat mana lagi yang kamu dustakan? Buka jendela dan lihat di uar sana banyak orang yang ingin dijaga, dinafkahi dan diperhatikan namun jodoh tak kunjung menyapa, bisa jadi karena kamu salah satu washilah penghalangnya. Muhasabahlah...jangan mudah marah dan ngamuk.

Untuk para suami, ingat, kelak pertanggungjawaban anda amat berat di yaumul hisab jika di dunia anda lalai dan dzolim, masih ada waktu, jadilah suami terbaik

Ukhty akhi mari saling menyelamatkan dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu!

Renungan Bagimu Para Istri



Sesungguhnya manusia yang paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat ialah seseorang yang menyetubuhi istrinya dan istri bersetubuh dengan suaminya, kemudian suami menyebarkan rahasia istrinya.”
(HR. Muslim no. 1437)

Sesungguhnya (pelanggaran) amanah terbesar di sisi Allah Ta’ala pada hari kiamat adalah seorang lelaki yang menyetubuhi istrinya dan istri bersetubuh dengan suaminya, lalu dia menyebarkan rahasia ranjangnya.” (HR. Muslim no. 1437)

berkatalah yang bermanfaat atau diam . Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 74)

An-Nawawi rahimahullah berkata ketika menjelaskan hadits riwayat Muslim di atas,

وَفِي هَذَا الْحَدِيث تَحْرِيم إِفْشَاء الرَّجُل مَا يَجْرِي بَيْنه وَبَيْن اِمْرَأَته مِنْ أُمُور الِاسْتِمْتَاع ، وَوَصْف تَفَاصِيل ذَلِكَ وَمَا يَجْرِي مِنْ الْمَرْأَة فِيهِ مِنْ قَوْل أَوْ فِعْل وَنَحْوه . فَأَمَّا مُجَرَّد ذِكْر الْجِمَاع ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ فِيهِ فَائِدَة وَلَا إِلَيْهِ حَاجَة فَمَكْرُوه لِأَنَّهُ خِلَاف الْمُرُوءَة

terdapat larangan bagi suami untuk menyebar-nyebarkan apa yang terjadi antara dia dan istrinya dalam perkara istimta’ (bersenang-senang, yaitu hubungan biologis), menggambarkan detil yang terjadi di antara keduanya, dan apa yang dilakukan oleh pihak wanita (istri), baik berupa ucapan, perbuatan, dan semacamnya. Adapun semata-mata menceritakan adanya hubungan suami istri (tanpa menyebutkan detilnya, ), jika hal itu tidak ada faidah dan tidak ada kebutuhan, maka hukumnya makruh, karena hal ini dinilai menyelisihi (menurunkan) muru’ah (kehormatan seseorang).”
(Syarh Shahih Muslim, 5: 162)

Jadi, perbuatan ini diharamkan dan tidaklah halal baginya.

Berhubungan Suami Istri tidak Boleh Diceritakan