Halaman

    Social Items

Showing posts with label Islam History. Show all posts
Showing posts with label Islam History. Show all posts



AKU YANG KURANG BERSYUKUR

Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat,
Ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah..

Aku melihat hidup teman-temanku tak ada duka dan kepedihan,
Ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri..

Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian,
Ternyata ia begitu menikmati badai hujan dalam kehidupannya..

Aku melihat hidup sahabatku begitu sempurna,
Ternyata ia hanya berbahagia menjadi apa adanya..

Aku melihat hidup tetanggaku beruntung,
Ternyata ia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung..

Setiap hari aku belajar memahami dan mengamati setiap hidup orang yang aku temui.
Ternyata aku yang kurang mensyukuri nikmatMu..

Bahwa di belahan dunia lain masih ada yang belum seberuntung yang aku miliki saat ini….
Dan satu hal yang aku ketahui, bahwa Allahu Rabbi tak pernah mengurangi ketetapanNya.
Hanya aku lah yang masih saja mengkufuri nikmat suratan Ilahi…
Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rezeki orang lain..
Mungkin aku tak tahu dimana rezekiku.. Tapi rezekiku tahu dimana diriku..
Dari lautan biru, bumi dan gunung, Allah Ta’ala telah memerintahkannya menuju kepadaku…

Allah Ta’ala menjamin rezekiku, sejak 4 bulan 10 hari aku dalam kandungan ibuku..
Amatlah keliru bila bertawakkal rezeki dimaknai dari hasil bekerja..
Karena bekerja adalah ibadah, sedang rezeki itu urusan-Nya..
Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan berganda..

Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji, yang mungkin esok akan ditinggal mati..

Mereka lupa bahwa hakekat rezeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya..
Rezeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, Allah menaruh sekehendak-Nya..
Diulang bolak balik 7x shafa dan marwa, tapi zamzam justru muncul dari kaki sang bayi, Ismail ‘alayhissalam

Ikhtiar itu perbuatan..

Rezeki itu kejutan..
Dan yang tidak boleh dilupakan, tiap hakekat rezeki akan ditanya kelak..
“Darimana dan digunakan untuk apa”
Karena rezeki hanyalah “hak pakai”, bukan “hak milik”…
Rasulullah salallahu 'alaihiwasallam bersabda :

رَوى ابنُ حِبَّانَ والترمذيُّ في جامِعِه أنَّ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم قالَ: “لا تزولُ قَدَمَا عبدٍ يومَ القيامةِ حتَّى يُسألَ عن أربعٍ عَن عُمُرِه فيما أفناهُ وعن جسدِهِ فيما أبلاهُ وعن عِلمِهِ ماذا عَمِلَ فيهِ وعن مالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وفيما أنفقَهُ “.

Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan At Tirmizi, Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda :
Tidak akan bergeser kedua telapak kedua kaki seorang hamba dihari kiamat sehingga ditanya dengan empat macam, yaitu : Tentang umurnya habis digunakan untuk apa, jasadnya rusak digunakan untuk apa, ilmunya bagaimana mengamalkannya, hartanya dari mana mencari dan kemana harta itu membelanjakannya.

Yakni hitung-hitunglah diri kita sebelum kita dimintai pertanggung jawaban, dan perhatikanlah apa yang kita tabung buat diri kita berupa amal-amal saleh untuk bekal hari kita dikembalikan, yaitu hari dihadapkan kita kepada Robul'alamin.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah (dengan mengerjakan suruhanNya dan meninggalkan laranganNya); dan hendaklah tiap-tiap diri melihat dan memerhatikan apa yang ia telah sediakan (dari amal-amalnya) untuk hari esok (hari akhirat). Dan (sekali lagi diingatkan): Bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Amat Meliputi PengetahuanNya akan segala yang kamu kerjakan.
[Surat Al-Hasyr 18]

2- Bahwa masalah duniawi itu adalah masalah yang rendah, pasti lenyap, sedikit, dan pasti rusak. Maka perlu diwaspadai supaya selamat dan beruntung.

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [Ali Imran: 185] ..
Wallahu a'lam...

Renungan Tentang Kurangnya Bersyukur Kepada ALLAH





Untukmu Para Istri😘😘

Semua tulisan ini terkait rumah tangga pada khususnya saya persembahkan kepada anda semua yang berstatus istri bahwa seburuk apapun penilaianmu terhadap suamimu selama ia masih bersamamu masih Allah jodohkan maka ialah yang terbaik bagimu

💓 jika ia tak lagi baik bagimu menurut Allah maka amat mudah bagi Allah memisahkan kalian. Ini hanya ujian, ini hanya peluang pahala, ini hanya proses menuju pribadi terbaik, jalani proses itu dengan nikmat, tak ada rumah tangga yang sempurna, dan sebaik- baik rumah tangga adalah yang baik makin solih soilihah makin banyak menebar kebaikan setiap waktu dan tentunya makin berkurang kelemahannya hingga ajal berkata sudah cukup sampai di sini, selanjutnya tunggu di jannahnya jika kalian memang senantisa berkomitmen menggapai ridlo Allah.
💓Yang tak kalah penting jangan ada pihak yang kalian dzolimi hadangi dan halangi hak-haknya,
jangan merasa lebih baik dari wanita pelacur sekalipun, karena kita tak tau akhir hidup manusia siapa yang husnul khotimah.
Dalam beberapa renungan dan kisah yang di angkat ada beberapa point penting yang di sampaikan terkait ketaatan dan pengabdian pada suami.

💓Diantaranya bahwa sebesar apapun salahnya di matamu dan sisi Allah,
ia tetap berhak kamu layani sebagaimana kewajiban sehari-hari,
adapun dosanya terhadap Robbnya cukup kasih masukan dengan ahsan dan komunikasi yang indah sambil mengetuk pintu langit agar hatinya senantiasa dibukakan pintu hidayah.

💓Perbaiki diri setiap saat, muhasabah diri jauh lebih ahsan daripada sibuk menyalahkan dan merongrong pihak lain. Cukup gali fakta akar masalah dan solusinya, selanjutnya fokus pada amal pribadi dan dakwahmu, soal suami serahkan seutuhnya pada Robb yang Maha membolak balikkan hati. Ialah yang menggenggam hati hambaNya, bukan kita.

💓Jangan paksakan kehendak agar suami ideal seideal-idealnya. Ia manusia biasa yang penuh kekurangan dan kelemahan, tugasmu mendampingi dan mensupportnya menuju tangga kebaikan yang lebih tinggi.

💓Jika ia pergi maka ikhlaskan itu yang terbaik, artinya ia bukan yang terbaik lagi bagimu. Sesakit apapun hatimu jangan lakukan tindakan yang Allah tak ridlo, jodoh kita adalah cerminan diri kita, sebelum menyalahkannya muhasabah dirilah. Percayalah bahwa semua terjadi atas ijin Allah, dan Allah tak kan memberimu ujian di luar batas kemampuanmu.

💓Jika suami anda melakukan kesalahan kecil yang anda fikir itu masalah besar seperti memilih calon jodoh baru tanpa sepengetahuan anda jangan terlalu excited dan over, itu memang kurang ahsan tapi itu haknya yang dia ambil dengan caranya, ingat di luar sana banyak yang berzina namun masih dimaafkan oleh istrinya.

💓Jika suamimu tak banyak membantu kesulitanmu di rumah tau-tau minta nikah lagi, jangan ngambek, coba lihat di luar sana banyak yang justru bermaksiyat tanpa merasa bersalah malah ia marah-marah pada istrinya tapi istrinya tetap mempertahankan rumah tangganya.

💓Jika suamimu perhitungan tak memberi uang lebih maka lihat di luar sana banyak sekali orang yang tak bertanggung jawab anak istri tak dinafkahi malah istrinya sibuk nyari uang, tapi ia tetap sabar.
Ada banyak sekali kisah pilu dan prahara rumah tangga di luar sana yang ketika kita mendengarkan kisah mereka, sungguh masalah kita jauh lebih ringan, yaa Robb hidup ini sungguh hanya sementara Cuma numpang lewat untuk mengumpulkan amal kebaikan, bukan untuk mencari syurga dunia, karena syurga terindah dan abadi hanya ada di akhirat kelak, kejar itu jika syurga dunia amat rumit bagimu.

💓Fokus pada kelebihan suami bukan pada kekurangannya. Fokus pada kewajiban atas suami bukan pada hakmu dan terpenuhinya segala inginmu.

💓Muhasabah dirilah bukan fokus menuntut suami lebih baik dulu baru mau menjadi baik. Suamimu memang qowwammu tapi amal kita dipertanggungjawabkan masing-masing. Jika benar-benar cinta suami jadikanlah amal kebaikannya padamu sebagai penghapus segala dosanya agar kalian kelak tetap bersama di jannahNya, bukankah cinta sejati itu saling menyelamatkan bukan saling menuntut?

Bersyukurlah, seburuk-buruk suamimu ia masih bisa kamu peluk, sejahat-jahat suamimu ia masih memberimu nafkah lahir bathin, sejelek-jelek suamimu ia masih perisau kehormatanmu, sebanyak-banyak kekuranga suamimu ia tetap mendokan dan mengingkan syurga bersamamu, nikmat mana lagi yang kamu dustakan? Buka jendela dan lihat di uar sana banyak orang yang ingin dijaga, dinafkahi dan diperhatikan namun jodoh tak kunjung menyapa, bisa jadi karena kamu salah satu washilah penghalangnya. Muhasabahlah...jangan mudah marah dan ngamuk.

Untuk para suami, ingat, kelak pertanggungjawaban anda amat berat di yaumul hisab jika di dunia anda lalai dan dzolim, masih ada waktu, jadilah suami terbaik

Ukhty akhi mari saling menyelamatkan dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu!

Renungan Bagimu Para Istri




MASUK SURGA KARENA DOSA, BAGAIMANA BISA?

Pada masa Nabi Musa AS, ada seorang lelaki dari umat beliau yang seringkali melakukan maksiat, tetapi tidak lama setelah itu ia bertaubat kepada Allah. Sayangnya lelaki ini masih ‘terkalahkan’ dengan hawa nafsu dan angan-angannya sehingga ia selalu mengulangi maksiat-maksiatnya. Namun demikian kesadarannya selalu muncul dan ia kembali bertaubat kepada Allah. Hal seperti itu terus berulang-ulang dilakukannya hingga duapuluh tahun lamanya.

Suatu ketika Allah berfirman kepada Nabi Musa tentang lelaki itu, “Wahai Musa, katakanlah kepada hamba-Ku si fulan bahwa Aku murka kepadanya!”

Nabi Musa menyampaikan firman Allah tersebut kepadanya, dan ia jadi sangat bersedih. Dalam kekalutannya karena dimurkai Allah, ia lari ke tengah padang yang luas. Di sana ia berseru, “Ya Allah, sudah habiskah rahmat-Mu, ataukah maksiatku membahayakan diri-Mu? Ya Allah, sudah habiskah simpanan maghfirah (ampunan)-Mu, ataukah Engkau telah kikir dengan hamba-hamba-Mu yang berdosa, dosa manakah yang lebih besar daripada ampunan-Mu? Ya Allah, kemuliaan ada di antara sifat-sifat-Mu yang qadim (telah ada sejak awal dan selalu ada, tidak akan pernah berakhir), sedangkan kehinaan ada di antara sifat-sifatku yang hadist (baru, diadakan/diciptakan dan akan berakhir), bagaimana bisa sifatku mengalahkan sifat-sifat-Mu? Ya Allah, apabila telah Engkau halangi hamba-Mu dari rahmat kasih-Mu, maka kepada siapa lagi mereka akan mengharapkan? Apabila Engkau telah menolak mereka, maka kepada siapa lagi mereka akan mengadu? Ya Allah, kalau memang rahmat-Mu telah habis, dan tidak ada jalan lagi kecuali dengan menyiksa aku, maka pikulkanlah kepadaku semua siksaan yang akan Engkau timpakan kepada semua hamba-hamba-Mu, aku ingin menebus mereka dengan diriku!”

Tidak ada yang diucapkannya dalam pelarian dan penyendiriannya di padang luas itu, kecuali kalimat-kalimat dalam seruan/munajatnya tersebut. Ia diliputi dengan penyesalan sehingga terlupa, tidak pernah lagi, atau tidak sempat lagi berbuat maksiat. Setelah berlalu beberapa waktu lamanya, Allah berfirman kepada Nabi Musa, “Hai Musa, pergilah engkau kepada hamba-Ku si fulan di padang sana, dan katakan kepadanya : Seandainya dosamu memenuhi bumi, Aku akan tetap melimpahkan ampunan kepadamu, setelah engkau mengenali-Ku dengan kekuasaan-Ku yang sempurna, ampunan dan rahmat-Ku yang tiada batasnya!”

Dalam suatu kesempatan, Nabi SAW pernah menyabdakan, bahwa tidak ada suatu suara yang lebih dicintai Allah daripada suara seorang hamba yang berdosa, kemudian bertaubat, dan ia sangat sering menyeru atau menyebut nama-Nya, “Ya Allah, ya Allah,…ya Tuhanku, ya Tuhanku (ya Rabbii, ya Rabbii).”

Maka Allah akan menjawab seruannya, walau hamba itu sendiri tidak mendengar-Nya, “Ya, ya, (labbaik, labbaik) wahai hamba-Ku, mintalah yang engkau kehendaki, engkau di sisi-Ku seperti sebagian malaikat-malaikat-Ku, Aku berada di sisi kananmu, di sisi kirimu, di atasmu dan sangat dekat dengan isi harimu!! Wahai para malaikat-Ku, saksikanlah, sesungguhnya Aku telah mengampuninya!”

Dalam kesempatan lainnya, Nabi SAW juga bersabda, “Sesungguhnya ada seorang hamba yang melakukan suatu dosa, kemudian ia masuk surga dengan sebab dosa itu.”

Para sahabat yang berkumpul di sekitar beliau tampak keheranan, dan salah satunya berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana itu bisa terjadi?”

Dengan tersenyum Nabi SAW bersabda, “Karena yang terpampang di depan matanya hanyalah bertaubat dari dosa itu, dan ia terus saja berlari darinya (dari dosa itu) hingga akhirnya ia sampai di surga.”

Masuk Kedalam Surga Karena Berbuat Dosa

Bismillah
Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh


👉 PUJIAN ADALAH UJIAN 👈

Sahabat, pernahkah kita merasa senang dan bangga mendengar pujian yang dilontarkan untuk diri kita? Mungkin tampak manusiawi, ketika dipuji karena kebaikan, kepintaran, kerupawanan, kekayaan, kedermawanan, kemudian kita merasa bahagia.
Yang harus diingat, pujian adalah ujian berupa kebaikan, karena ketika kita dipuji, bisa jadi kita akan merasa sombong dan merasa takjub pada diri sendiri, bahkan kita lupa bahwa semua nikmat ini adalah dari Allah, kemudian kita merasa hebat dan sombong serta lupa bersyukur. Kagum terhadap diri sendiri merupakan suatu sifat yang bisa membinasakan.
Lalu bolehkah kita memuji seseorang?
Memuji seseorang itu boleh-boleh saja, asalkan memujinya tidak berlebihan dan tidak menimbulkan fitnah (timbul ujub dan menyombongkan diri) pada orang yang dipuji, dan kalaupun perlu memuji tidak mesti dengan kata-kata, melainkan diapresiasikan lewat dukungan dan doa supaya mendapat keberkahan.

Rasulullah ﷺ bersabda :
“Jika salah seorang di antara kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, maka hendaklah dia mendo’akannya agar diberikan keberkahan kepadanya.” (Hadits Riwayat. Ibnu Majah, Imam Malik dan Ahmad)

Sahabat, semoga kita menjadi orang-orang yang tidak bangga terhadap pujian, karena pujian sangat mungkin merupakan salah satu bentuk ujian yang bisa membuat kita makin dekat pada Allah atau malah sebaliknya.
Semoga Bermanfaat

PUJIAN ADALAH UJIAN