Halaman

    Social Items

Showing posts with label Ibadah. Show all posts
Showing posts with label Ibadah. Show all posts



KETIKA AMBIL WUDHU NIATKANLAH DALAM HATI :

1. Ketika berkumur, berniatlah kamu dengan "Ya Allah, ampunilah dosa mulut dan lidahku ini"

2. Ketika membasuh muka, berniatlah kamu dengan "Ya Allah, putihkanlah mukaku di akhirat kelak, Janganlah Kau hitamkan muka ku ini"

3. Ketika membasuh tangan kanan, berniatlah kamu dengan "Ya Allah, berikanlah hisab-hisab ku di tangan kanan ku ini"

4. Ketika membasuh tangan kiri, berniatlah kamu dengan "Ya Allah, janganlah Kau berikan hisab-hisab ku di tangan kiri ku ini"

5. Ketika membasuh kepala, berniatlah kamu dengan "Ya Allah, lindunglah daku dari terik matahari di padang Mahsyar dengan Arasy Mu"

6. Ketika membasuh telinga, berniatlah kamu dengan,
"Ya Allah, ampunilah dosa telinga ku ini"

7. Ketika membasuh kaki kanan, berniatlah kamu dengan "Ya Allah, Jangan gelincirkan kakiku ketika aku melintasi titian Siratul Mustaqim nanti"

8. Ketika membasuh kaki kiri, berniatlah kamu dengan "Ya Allah, bawakanlah daku pergi ke masjid-masjid, surau-surau dan bukan tempat-tempat maksiat serta ampunkanlah dosa aku"

Subhanallah, Semoga yang sekarang "MEMBAGIKAN/SHARE" tausiah ini, Semua Dosanya Diampuni Allah, Diangkat Derajatnya, Dimudahkan REZEKINYA, Dikabulkan Segala Hajatnya dan Mendapatkan Jodoh yang SETIA serta anak yang sholeh/sholehah hingga bisa masuk Surga melalui pintu mana saja. Aamiin ya Rabbal'alamiin...
Semoga bermanfaat

KETIKA AMBIL WUDHU NIATKANLAH DALAM HATI




اَلسَلامُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اَللهِ وَبَرَكاتُهُ‎
﷽﷽﷽
*_25 ALASAN KENAPA HARUS SHOLAT BERJAMA'AH DI MASJID_*

*_01. Setiap langkah menghapus dosa dan menaikkan derajat_*
*_02. Didoakan malaikat_*
*_03. Mendapat cahaya sempurna di hari qiyamat_*
*_04. Diampuni dosa²nya seperti bayi yang baru lahir_*
*_05. Malaikat berebut untuk mencatat_*
*_06. Allah menjaga kekhusyuan hati kita_*
*_07. Disaksikan sebagai orang yang beriman oleh Allah_*
*_08. Mati dalam keadaan muslim yang fitrah_*
*_09. Mendapat naungan Allah di hari qiyamat_*
*_10. Allah bergembira dengan hamba yang shalat berjama'ah di Masjid_*
*_11. Shaf awal di Masjid itu shaf para malaikat_*
*_12. Shalat subuh berjama'ah pahalanya seperti shalat semalam_*
*_13. Shalat isya berjama'ah pahalanya seperti shalat separuh malam_*
*_14. Berjalan diwaktu subuh menuju Masjid berada dalam rahmat Allah_*
*_15. Mendapat pahala seperti pahalanya haji dan umroh_*
*_16. Pahala mengikuti sunnah nabi_*
*_17. Dijauhkan dari sifat munafiq_*
*_18. Semakin jauh langkah semakin besar pahala_*
*_19. Dijamin hidup bahagia_*
*_20. Dijamin husnul khatimah_*
*_21. Dijamin dapat kavling di surga oleh Allah_*
*_22. Bagi yang tertinggal rakaat bahkan ketika datang shalat sudah bubar, dia tetap mendapat pahala shalat berjama'ah, diampuni dosa²nya meski dia shalat sendiri_*
*_23. Pahala shaf pertama sangat besar._*
*_24. Bila ucapan Aamiin pas dengan ucapan malaikat yang ikut shalat maka dosanya diampuni_*
*_25. Duduk menunggu imam, dicatat oleh malaikat sebagai orang yang shalat_*
*_Jadi apakah kita kaum Pria masih malas untuk ke Masjid dengan begitu besar keutamaannya ?_*
*_Apakah shalat berjama'ah di rumah bersama keluarga memiliki keutamaan seperti diatas ?_*
*TENTU TIDAK.*

Manfaat Sholat Berjamaah Di Masjid




WAKTU ADALAH IBADAH

Sering orang berkata
“waktu adalah emas” atau “waktu adalah hal yang paling berharga”, karena pada hakekatnya waktu akan terus berjalan dan ia yang terlewati tidak akan mungkin kembali lagi.

Maka perlu kita fahami, bahwa satu-satunya hal yang tidak bisa didaur ulang itu adalah waktu yang terbuang sia-sia, oleh sebab itu mengapa kita harus selalu bijak menghargai dan menggunakannya.

Mulai saat ini pergunakanlah waktu sebaik mungkin, hargai dan syukurilah dengan bijaksana, agar sampai kapanpun kita tidak pernah menyesali apa yang telah kita lewati dimasa lalu.

Intinya, jadikanlah setiap waktu yang kita miliki bermakna indah, isilah waktu yang ada dengan menabur benih kebaikan, agar kebaikan demi kebaikan selalu Allah persembahkan kepada kita.

Dan selalu ingatlah bahwa waktu adalah sesuatu yang paling berharga dalam hidup ini, sehingga untuk menghargainya pun mudah kita lakukan.

Sebab tak sedikit dari kita yang hidup seadanya, yang hidup semaunya disebabkan karena tidak tahuannya akan harga waktu yang dia miliki.

Bersyukur dan teruslah bersyukur, karena rasa syukur itulah yang akan selalu mengingatkan kita betapa pentingnya hidup ini beserta waktu yang terbentang didalamnya.

Lagipula jika hati selalu kita ingatkan untuk bersyukur, maka untuk berbijaksanapun akan mudah kita lakukan. Sehingga, akan sulit bagi kita untuk melakukan sesuatu yang sia-sia dalam hidup ini.

Maka bila telah tahu bahwa rasa syukur adalah pengikat terhebat untuk kita selalu bijaksana mempergunakan waktu, berusahalah untuk terus mengingatkan hati akan rasa syukur.

Sebab dikala syukur selalu kita kerahkan dalam memaknai setiap waktu yang Allah berikan, maka sungguh beragam kebaikanpun akan mudah kita lakukan.

Jadi selalu ingatlah dengan bijak, bahwa waktu yang kita miliki tidak akan bisa diputar kembali, sebab itulah mengapa kita harus pandai menggunakannya.

Senantiasalah isi waktu yang dimiliki dengan hal-hal yang membawa manfaat,
terlebih untuk waktu yang akan datang, agar kebaikan dan keberkahan selalu menghiasi hidup kita.

Waktu Adalah Ibadah

💦IKHLAS ,
..Amatlah kita perlukan.
... Karena inilah landasan setiap amalan itu diterima. Berikut beberapa nukilan dari ulama tentang pentingnya ikhlas dalam beramal.



💦Ittiba adalah mengikuti semua yang diperintahkan atau yang dilarang dan yang dibenarkan oleh Rasulullah SAW

💦Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma berkata,
“Sesungguhnya seseorang akan mendapatkan anugerah -balasan dari Allah- sebatas apa yang dia niatkan.” (lihatAdab al-’Alim wa al-Muta’allim, hal. 7 oleh Imam an-Nawawi)

💦Sahl bin Abdullah at-Tasturi rahimahullah mengatakan, “
.Orang-orang yang cerdas memandang tentang hakikat ikhlas ternyata mereka tidak menemukan kesimpulan kecuali hal ini;

yaitu hendaklah gerakan dan diam yang dilakukan, yang tersembunyi maupun yang tampak, semuanya dipersembahkan untuk Allah ta’ala semata.
..Tidak dicampuri apa pun; apakah itu kepentingan pribadi, hawa nafsu, maupun perkara dunia.” (lihat Adab al-’Alim wa al-Muta’allim, hal. 7-8)

💦Sufyan ats-Tsauri rahimahullah mengatakan,
“Tidaklah aku mengobati suatu penyakit yang lebih sulit daripada masalah niatku. Karena ia sering berbolak-balik.” (lihat Adab al-’Alim wa al-Muta’allim, hal. 8)

💦Abul Qasim al-Qusyairi rahimahullah menjelaskan,
“Ikhlas adalah menunggalkan al-Haq (Allah) dalam hal niat melakukan ketaatan, yaitu dia berniat dengan ketaatannya dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah ta’ala.

. Bukan karena ambisi-ambisi lain, semisal mencari kedudukan di hadapan manusia, mengejar pujian orang-orang, gandrung terhadap sanjungan, atau tujuan apapun selain mendekatkan diri kepada Allah ta’ala.” (lihat Adab al-’Alim wa al-Muta’allim, hal. 8)

💦Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ ، وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niat. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah pada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrah karena dunia yang ia cari-cari atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya berarti pada apa yang ia tuju (yaitu dunia dan wanita, pen)”.[3]

💦Dalam firman Allah Ta’ala,

كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya“ ( QS. Al Kahfi:110)

💦shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya amal itu tergantung dari niatnya. Dan setiap orang akan memperoleh apa yang dia niatkan.”[2]
.
.Semoga Bermanfaat Buat kita semua Sahabat..
Barakallah Fikk.

Syarat Diterimanya Ibadah