Halaman

    Social Items

Showing posts with label Muslim. Show all posts
Showing posts with label Muslim. Show all posts



SEBAIK-BAIK MANUSIA

Dia adalah orang yang senang curhat kepada Rabb-nya di sepertiga malam terakhir,
dia bermunajat, mengadu dan merendahkan diri di hadapan Rabb-nya...

Dia menangis, mencurahkan air matanya lantaran cinta dan takut kepada-Nya...
Karena dia tahu hanya Rabb-nya semata yang paling memahami dirinya dan mengetahui apa yang terbaik untuknya.

Dia yakin bahwa Rabb-nya semata yang bisa menolong dirinya dari segala sesuatu.
Akhirnya,
Allah karuniakan kepadanya KETENANGAN, KEDAMAIAN dan KETENTRAMAN di dalam hatinya.

Di pagi harinya..
Dia orang yang murah senyum kepada saudaranya, berwajah ceria dan penuh bahagia...
Dia ingin mengikuti karakter Nabî sebagaimana diceritakan Jarir :

ما رآني رسول الله -صلى الله عليه وسلم- إلا تبسم
"Saya tidak pernah melihat Rasulullah melainkan beliau selalu TERSENYUM" .

Dia ingin mengikuti sabda Nabi :

تبسمك في وجه أخيك صدقة
"Senyummu di hadapan saudaramu itu #SEDEKAH"

Dia tahu bahwa senyum itu termasuk perbuatan ma'ruf

إن من المعروف أن تلقى أخاك بوجه طلق
"Sesungguhnya termasuk perbuatan ma'ruf ketika kau berjumpa saudaramu dengan wajah ceria"

Murah senyum itu tanda kemuliaan, ciri ketawadhuan, alamat kebaikan, pembangkit rasa cinta dan persaudaraan...

Senyum dapat melapangkan dada, meluaskan hati, meluberkan hasad, dengki, sombong, menghilangkan prasangka buruk, pertikaian dan percekcokan...

Betapa senyuman bisa membuka pintu kebaikan, terketuknya hati, diterimanya dakwah, tercerabutnya angkara murka, dan memasukkan kebahagiaan kepada orang lain...

Senyum adalah ibadah yang mudah,
tak perlu usaha dan harta,

cukup bermodal qolbu yang bersih,
maka kau pun kan mendulang pahala sedekah... yang begitu berlimpah...

MENANGISLAH DI HADAPAN RABB-MU
TERSENYUMLAH DI HADAPAN MANUSIA

Manusia Yang Baik




DEFINISI MINTA-MINTA (MENGEMIS)

✔️ Minta-minta/mengemis adalah meminta bantuan, derma, sumbangan, baik kepada perorangan/lembaga. Salah satu faktor penyebabnya, dikarenakan mudah dan cepatnya hasil yang didapatkan.
JENIS-JENIS PENGEMIS

1️⃣ Kelompok pengemis yang benar-benar membutuhkan bantuan
2️⃣ Kelompok pengemis gadungan yang pintar memainkan sandiwara dan tipu muslihat
PANDANGAN SYARIAT TERHADAP MINTA-MINTA (MENGEMIS)

“Wahai Qabishah! Sesungguhnya meminta-minta itu tidak halal, kecuali bagi salah satu dari tiga orang ; (1) Seseorang yang menanggung hutang orang lain, ia boleh meminta-minta sampai ia melunasinya, kemudian berhenti, (2) Seseorang yang ditimpa musibah yang menghabiskan hartanya, ia boleh meminta-minta sampai ia mendapatkan sandaran hidup, dan (3) Seseorang yang ditimpa kesengsaraan hidup sehingga ada tiga orang yang berakal dari kaumnya mengatakan, ‘Si fulan telah ditimpa kesengsaraan hidup,’ ia boleh meminta-minta sampai mendapatkan sandaran hidup. Meminta-minta selain untuk ketiga hal itu, wahai Qabishah! Adalah haram, dan orang yang memakannya adalah memakan yang haram.” (HR. Muslim, Abu Dawud, Ahmad, an-Nasa-i, dan selainnya)

👉🏻 Hadits ini menunjukkan bahwa meminta-minta adalah haram, tidak dihalalkan, kecuali untuk tiga Orang :

1️⃣ Seseorang yang menanggung hutang dari orang lain, baik disebabkan menanggung diyat orang maupun untuk mendamaikan antara dua kelompok yang saling memerangi. Maka ia boleh meminta-minta meskipun ia orang kaya.

2️⃣ Seseorang yang hartanya tertimpa musibah, atau tertimpa peceklik dan gagal panen secara total, maka ia boleh meminta-minta sampai ia mendapatkan sandaran hidup.

3️⃣ Seseorang yang menyatakan bahwa dirinya ditimpa kemelaratan, maka apabila ada tiga orang yang berakal dari kaumnya memberi kesaksian atas hal itu, maka ia boleh meminta-minta sampai ia mendapatkan sandaran hidup
.
“Barangsiapa meminta harta benda kepada orang lain dengan tujuan memperbanyak (kekayaan), maka sebenarnya dia meminta bara api, oleh karena itu terserah kepadanya mau memperoleh sedikit atau memperoleh banyaknya.” (HR. Muslim : 1041)

Meminta - Minta Dalam Islam



Istri Yang Tidak Bersyukur Dibenci Oleh Allah

Istri yang shalihah, banyak bersyukur kepada Allah kemudian bersyukur untuk memulai. Seorang suami wajib memberikan nafkah kepada yang sesuai dengan kemampuannya. Allah Ta'ala berfirman dalam kitab-Nya:

لينفق ذو سعة من سعته ومن قدر عليه رزقه فلينفق مما آتاه الله لا يكلف الله نفسا إلا ما آتاها سيجعل الله بعد عسر يسرا.

“ Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah sesuai dengan kemampuannya. Dan orang-orang yang meminta rezekinya meminta nafkah dari harta yang diberikan Allah meminta. Allah tidak memikulkan beban kepada siapa pun yang diizinkan. Allah kelak akan memberikan kelapangan dari kesempitan ”(QS. Ath Thalaq: 7).

Jika suami tidak dapat memberikan nafkah kecuali sedikit saja, pulanglah dalam ayat ini, “ Allah tidak memikulkan beban kepada siapa pun yang mau ”. Maka ia tidak dibebani untuk memberikan nafkah dengan nominal tertentu yang diperlukan itu di luar kemampuannya. Karena itu, ia tetap bersabar atas sempitnya rezeki.

Demikian pula sang istri, selalu menunggu qana'ah (cukup dengan rezeki yang disediakan Allah) dan bersyukur kepada Allah ta'ala, serta bersyukur kepada suami bagaimana pun cara bernafas yang diberikan. Karena Allah ta'ala, membenci istri yang tidak bersyukur kepada pemberi bantuan. Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:

لا ينظرُ اللَّهُ إلى امرأةٍ لا تشكُرُ لزوجِها وَهيَ لا تستَغني عنهُ

" Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak bersyukur atas pertimbangan, dan ia tidak setuju dengan apa yang diberikan " (HR. An Nasa'i no. 9086, Al Baihaqi dalam Sunanul Kubra [7/294], dishahihkan Al Albani dalam Shahih Di Targhib no. 1944).
Makna Allah tidak akan melihat mereka maksudnya mereka mendapat murka dari Allah. Ath Thabari menjelaskan:

ولا ينظر إليهم ، يقول: ولا يعطف عليهم بخير ، مقتًا من الله لهم

“[Allah tidak melihat mereka] Allah tidak memberikan kasih sayang kepada mereka, dan mereka mendapat murka dari Allah” ( Tafsir Ath Thabari , 6/528).
Sebagai Sam'ani juga menjelaskan:

{وَلَا ينظر إِلَيْهِم يَوْم الْقِيَامَة} يَعْنِي: لَا ينظر إِلَيْهِم بِالرَّحْمَةِ

“[Allah tidak memandang mereka di hari kiamat] maknanya Allah tidak memandang mereka dengan pandangan rahmah” ( Tafsir As Sam'ani , 334).

Dan sifat kurang bersyukur kepada suami, merupakan hal yang lebih banyak terjadi pada diri wanita, sehingga membuat mereka menjadi lebih populer. Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:

أُرِيتُ النَّارَ فَإِذَا أكْثَرُ أهْلِهَا النِّسَاءُ ، يَكْفُرْنَ قيلَ: أيَكْفُرْنَ باللَّهِ؟ قال: يكفرن العشير, ويكفرن الإحسان, لو أحسنت إلى إحداهن الدهر, ثم رأت منك شيئا, قالت: ما رأيت منك خيرا قط

" Diperlihatkan kepadaku neraka, dan aku melihat sebagian besar penduduknya adalah wanita". Para wanita bertanya: "Apakah karena mereka kufur kepada Allah?". Nabi menjawab: “Karena mereka kufur kepada suami mereka dan kufur demi kebaikan suami mereka. Jika membawa para suami, maka haruslah meminta istri kamu sepanjang waktu, kemudian sang istri melihat satu keburukan dari dirimu, maka sang istri akan mengatakan: aku tidak pernah melihat kebaikan dari dirimu ”(HR. Bukhari no. 29, Muslim no. 907).

Maka bersyukur dengan apa yang diberikan kepada suami dan tidak perlu meminta yang cukup dengan rezeki Allah yang diberikan melalui pemberian.

Semoga Allah memberi taufiq.

Istri Yang Tidak Bersyukur Dibenci Oleh Allah


M U L I A - N Y A H A R I J U M A T
__________________________________
Sahabat ..
Begitu Agungnya hari Jumat , hingga sebagian ulama terdahulu mengistimewakan waktu dihari Jumat, sebagian waktu bahkan meninggalkan hiruk pikuk nya dunia untuk bersungguh-sungguh berdoa kepada Rabb Semesta Alam .
Imam Ibnul Qayyim ( Wafat 751 H )
Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata:

️ ( فَاللَّهُ سُبْحَانَهُ جَعَلَ لِأَهْلِ كُلِّ مِلَّةٍ يَوْمًا يَتَفَرَّغُونَ فِيهِ لِلْعِبَادَةِ ، وَيَتَخَلَّوْنَ فِيهِ عَنْ أَشْغَالِ الدُّنْيَا ،

Maka Allah menjadikan satu hari bagi setiap pemeluk agama, mereka memfokuskan diri untuk beribadah pada hari itu, dan mereka menyingkirkan dari segala kesibukan dunia pada hari itu

فَيَوْمُ ((الْجُمُعَةِ)) يَوْمُ عِبَادَةٍ ، وَهُوَ فِي الْأَيَّامِ : كَشَهْرِ رَمَضَانَ فِي الشُّهُورِ ، وَسَاعَةُ الْإِجَابَةِ فِيهِ : كَلَيْلَةِ الْقَدْرِ فِي رَمَضَانَ ) .

Maka (hari Jum'at) adalah hari Ibadah, dan kedudukan hari jum'at diantara hari-hari lain bagaikan kedudukan bulan ramadhan diantara bulan-bulan lain, dan waktu di kabulkannya do'a pada hari jum'at seperti malam lailatul Qadr di bulan Ramdhan

📔 Zaadu Al-Ma'aad (1/386)
Imam Ibnul Qayyim berkata :

كان سعيد بن جبير إذا صلى عصر الجمعة لم يكلم أحدا حتى تغرب الشمس متحريا ساعة الإجابة

Dahulu Said bin Jubair apabila selesai shalat Asar di hari Jumat, beliau tidak mengajak bicara seorangpun sampai tenggelam matahari, beliau bersungguh-sungguh mencari waktu yang Mustajab (Do'a)
📓 Kitab: Zaadul Maad 1/394 )
Oleh : Nuruddin Muh. Fattah
Amalan yang di anjurkan dihari Jumat
> Memperbanyak Shalawat
> Memperbanyak Sedekah
> Membaca Surat Al Kahfi
> Memperbanyak doa, terutama setelah ashar
> Memperbanyak dzikir
> Memperbanyak Shalat Sunnah
Allah ﷻ berfirman:

وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa ! Sungguh, semua manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih (kebajikan) serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk menetapi kesabaran. [ QS : Al - ‘Ashr :1-3 ]

والله تعالى أعلم
• • • • • • • • • • • • • • • • • • •
Keutamaan menunjukkan kebaikan :
Dari Ibnu Mas'ud رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa menunjukkan (seseorang) kepada kebaikannya, ia memperoleh pahala seperti pahal orang yang melakukannya." ( HR. Muslim )

َوَعَنْ أَبِي مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ, فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ ) أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

[ Bulughul Maram no. 1494 ]

Mulianya Hari Jum'at



MENDENGARKAN ADZAN TAPI TIDAK DATANG KE MASJID

Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Apa hukumnya orang yang mendengar adzan tapi tidak pergi ke masjid, hanya saja ia mengerjakan seluruh shalatnya di rumah atau di kantor ?

Jawaban.
Itu tidak boleh. Yang wajib baginya adalah memenuhi seruan tersebut, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.

مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِ فَلاَ صَلاَةَ لَهُ إِلاَّمِنْ عُذْرٍ
“Barangsiapa mendengar seruan adzan tapi tidak memenuhinya, maka tidak ada shalat baginya kecuali karena udzur”.[Hadits Riwayat Ibnu Majah 793, Ad-Daru Quthni 1/421,422, Ibnu Hibban 2064, Al-Hakim 1/246]

Pernah ditanyakan kepada Ibnu Abbas, ‘Apa yang dimaksud dengan udzur tersebut?’ ia menjawab, ‘Rasa takut (tidak aman) dan sakit”.

Diriwayatkan, bahwa seorang buta datang kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan berkata : “Wahai Rasulullah, tidak ada orang yang menuntunku pergi ke masjid. Apakah aku punya rukhshah untuk shalat di rumah?” Kemudian beliau bertanya.

هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلاَةِ؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَأَجِبْ.

“Apakah engkau mendengar seruan untuk shalat ? Ia menjawab, ‘Ya’, beliau berkata lagi, ‘Kalau begitu, penuhilah”. [Dikeluarkan oleh Muslim, kitab Al-Masajid 653]

Itu orang buta yang tidak ada penuntunnya, namun demikian Nabi Shallallahu alaihi wa sallam tetap memerintahkannya untuk shalat di masjid. Maka orang yang sehat dan dapat melihat tentu lebih wajib lagi. Maka yang wajib atas seorang Muslim adalah bersegera melaksanakan shalat pada waktunya dengan berjama’ah. Tapi jika tempat tinggalnya jauh dari masjid sehingga tidak mendengar adzan, maka tidak mengapa melaksanakannya di rumahnya. Kendati demikian, jika ia mau sedikit bersusah payah dan bersabar, lalu shalat berjama’ah di masjid, maka itu lebih baik dan lebih utama baginya.
[Syaikh Ibnu Baz, Fatawa ‘Ajilah Limansubi Ash-Shihhah, hal.41-42]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerjemah Mutshofa Aini, Penerbit Darul Haq]

MENDENGARKAN ADZAN TAPI TIDAK DATANG KE MASJID



السلام علیکم ورحمه الله وبرکاته

ﺑِﺴۡـــــــــﻢِ ﭐﻟﻠّٰﻪِ ﭐﻟﺮَّﺣۡـﻤَـٰﻦِ ﭐﻟﺮَّﺣِـــــــﻴْﻢ




B E R K A H W A K T U F A J A R - S U B U H
___________________________________________
Sahabat ...

Dari 24 jam waktu, 1/3 malam terakhir adalah waktu yang paling istimewa, sekitar jam 02.00 sampai waktu subuh, dari waktu subuh sampai waktu syurug juga waktu yang sangat baik untuk berdzikir kepada Allah ﷻ. ..

ما أجمل الفجر

Betapa eloknya waktu Fajar

(١) فريضته تجعلك في ذمة الله

Shalat fardhunya menjadikanmu berada di bawah perlindungan Allah

(٢) وسنته خير من الدنيا وما فيها

Shalat Sunnahnya lebih baik daripada dunia dan seisinya

(٣) وقرآنه ان قرآن الفجر كان مشهودا

Membaca al-Qur'an (di saat sholat shubuh), maka sesungguhnya membacanya di saat fajar itu disaksikan (malaikat)

1. Nabi ﷺ bersabda ;

«مَن صَلَّى الصُّبحَ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ»
"Siapa yang mengerjakan sholat shubuh maka ia berada di dalam perlindungan Allah."
( HR. Muslim ).

2. Nabi ﷺ bersabda ;

«ركعتا الفجر خير من الدنيا وما فيها»
"Shalat (sunnah) dua rakaat di waktu Fajar itu lebih baik daripada dunia dan seisinya." ( HR. Muslim )

3. Allah ﷻ berfirman ;

(أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمۡسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّیۡلِ وَقُرۡءَانَ ٱلۡفَجۡرِۖ إِنَّ قُرۡءَانَ ٱلۡفَجۡرِ كَانَ مَشۡهُودࣰا)
"Laksanakanlah shalat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula shalat) Subuh. Sungguh, shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)." ( QS. Al-Isra': 78)

Kata Syaikh Abdurrahman as-Si'di rahimahullah, bahwa kata قرآن الفجر itu maksudnya adalah shalat shubuh. Beliau berkata,

وسميت قرآنا، لمشروعية إطالة القرآن فيها أطول من غيرها، ولفضل القراءة فيها حيث شهدها الله، وملائكة الليل وملائكة والنهار.
(Shalat shubuh di ayat ini) dinamakan Qur'an karena disyariatkan untuk memanjangkan bacaan al-Qur'an di waktu tersebut lebih panjang daripada waktu lainnya. Juga adanya keutamaan membaca di waktu tersebut karena disaksikan Allah dan juga disaksikan Malaikat malam dan siang.

Kebiasaan Rasulullah ﷺ berdiam di masjid setelah shalat subuh , setelah matahari terbit barulah beliau ﷺ pulang ke rumah ..
An Nawawi dalam Shahih Muslim membawakan bab dengan judul ‘Keutamaan tidak beranjak dari tempat shalat setelah shalat shubuh dan keutamaan masjid’. Dalam bab tersebut terdapat suatu riwayat dari seorang tabi’in –Simak bin Harb-. Beliau rahimahullah mengatakan bahwa dia bertanya kepada Jabir bin Samuroh,

أَكُنْتَ تُجَالِسُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-
“Apakah engkau sering menemani Rasulullah ﷺ duduk?”

Jabir menjawab,
نَعَمْ كَثِيرًا كَانَ لاَ يَقُومُ مِنْ مُصَلاَّهُ الَّذِى يُصَلِّى فِيهِ الصُّبْحَ أَوِ الْغَدَاةَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ فَإِذَا طَلَعَتِ الشَّمْسُ قَامَ وَكَانُوا يَتَحَدَّثُونَ فَيَأْخُذُونَ فِى أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ فَيَضْحَكُونَ وَيَتَبَسَّمُ.
“Iya. Beliau Rasulullah ﷺ Biasanya tidak beranjak dari tempat duduknya setelah shalat shubuh hingga terbit matahari. Apabila matahari terbit, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri (meninggalkan tempat shalat). Dulu para sahabat biasa berbincang-bincang (guyon) mengenai perkara jahiliyah, lalu mereka tertawa. Sedangkan Rasulullah ﷺ hanya tersenyum saja.” ( HR. Muslim no. 670 )

# Keutamaan mmengerjakan shalat isyroq dua raka’at adalah mendapatkan pahala haji dan umroh. Akan tetapi shalat ini tidak bisa menggantikan ibadah haji dan umroh, namun hanya sama dalam pahala dan balasan saja.

Keutamaan Shalat Isyroq
Dari Abu Umamah, Rasulullah ﷺ bersabda,

مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ يَثْبُتُ فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى، كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ، أَوْ مُعْتَمِرٍ تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh dengan berjama’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan shalat sunnah Dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumroh secara sempurna.” ( HR. Thabrani )

Dari Anas bin Malik, Rsulullah ﷺ bersabda,

« مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ». قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ »
“Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” ( HR. Ath Tirmidzi no. 586 )
والله تعالى أعلم

• • • • • • • • • • • • • • • • • • •
Keutamaan menunjukkan kebaikan :
Dari Ibnu Mas'ud رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa menunjukkan (seseorang) kepada kebaikannya, ia memperoleh pahala seperti pahal orang yang melakukannya." ( HR. Muslim )
َوَعَنْ أَبِي مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ, فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ ) أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ
[ Bulughul Maram no. 1494 ]
بارك الله فيكم

Sekian semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk mengamalkannya

Berkah di Waktu Subuh